TERIMAKASIH SUDAH BERKUNJUNG DI BLOG DAKU (DIARY MANTAN SANTRI BERKACAMATA YANG DIKIRA PANDAI)
Kamis, 29 November 2012

Ujian Nasional yang Menegangkan

Hallo.... 

Loha....

My life my adventure... gue mau berbagi kisah waktu gue kelas XI (3 SMP). Yuhuuu...


Detik-detik menjelang UNAS SMP. Gue bersama temen-temen mengadakan konferensi tanpa meja untuk pertama kalinya dan mungkin tidak akan ada konferensi lagi. Yang kami bahas adalah masalah contek menyontek tentang bagaimana cara mencontek yang baik dan benar sekaligus mengelabuhi pengawas.
Berikut hasil rapat kami...

PERJANJIAN  TANPA MEJA
Kami segenap Warga Negara Indonesia yang rajin menabung serta rela menolong dan tabah memutuskan, bahwa ”Trik Mencontek Luar Biasa” atau disingkat “TMLB” telah selesai dalam tempo yang sesingkat-singkatnya dan akan dipraktekkan dalam Try Out 1, 2, dan 3 serta UNAS. Dengan ini kami berjanji :
1.   Tidak akan memberi tahu pengawas bahwa kami mencontek,
2.   Tidak membawa makanan dalam ruang ujian, dan
3.   Akan menabung minimal Rp. 100,-
Demikain perjanjian ini kami buat dan dengan mas kawin seperangkat alat sholat beserta masjidnya dibayar KREDIT.
Untuk Try Out pertama kami mulai mencoba menggunakan TMLB yang udah disusun sedemikian rupa. Gue gak akan kasih tau caranya, inget dosa bozz !!! 

Dan hasilnya.... FANTASTIC !!!

Try Out pertama membuahkan hasil yang sangat tak terduga khususnya untuk gue. Biasanya gue berada di peringkat menengah kebawah tapi untuk kali ini, dengan rasa syukur yang amat sangat gue LULUS dan berada di peringkat 4 dari 27 siswa. Gue ulangin lagi, PERINGKAT 4 BOOOO !!! Okeh beybeh...

Try out pertama berhasil.

Dan Try Out kedua gue harus pake celana kebalik. GUE GAK LULUS DAN MASUK PERINGKAT KE-20. BIADAB !!! Siapa yang bikin soal?? Udah bosen hidup..hah!!! 

Untung ini masih Try Out. Kalo ini UNAS beneran mau di taroh mana kolor gue. Malu abis. Bisa-bisa gue gak pake kolor lagi. Btw..apa hubungannya gue gak lulus ama kolor?? Ah..lupakan. 

Singkat cerita.

Akhirnya ujian pun tlah tiba. Tepat pada bulan April 2009 UNAS SMP se-derajat dilaksanakan.

Kepala gue tegang.

Tangan gue tegang.

Kaki gue tegang.

Apalagi yang ditengah-tengah. Oh..no!! 

Jantung gue berdetak lebih kencang. Apakah ini cinta? Ada apa dengan cinta? Cinta gak kenapa-kenapa kan? Good. 

Di saat UNAS berlangsung dalam waktu 4 hari kami tetap menggunakan TMLB. Persiapan yang matang dan mental yang kuat akan membuahkan hasil yang optimal. Terbukti. Perjalanan selama UNAS lancar dan tak ada kendala.

Sekitar 1 bulan lamanya kami menunggu hasil kelulusan. Banyak dari temen-temen gue yang mulai rajin banget sholat malem dan puasa senin kamis. yang gue tau mereka jarang benget sholat malem apalagi puasa senin kamis. Norak banget !!! padahal gue juga sama. 

Dan tibalah saat yang ditunggu-tunggu. Beribu pertanyaan muncul dalam benak gue.

Apa gue lulus?

Siapa yang gak lulus?

Kenapa gue mencret?

Makan apa gue barusan? 

Oh my God. Gak nyambung. 

Beberapa saat kemudian kami dipanggil satu persatu dan diberi amplop yang bukan berisi duit melainkan pengumuman kelulusan. Dan amplop itu gue bawa dengan perasaan yang campur aduk antara gue harus berak atau membuka amplop itu.

Gue bingung.

Buka atau gak. Kalo gue buka dan ternyata gue gak lulus, gue bakalan stres kemudian bunuh diri dan gentayangin yang bikin soal. Tapi kalo gak dibuka, gue gak bakalan tau lulus atau gak.

Akhirnya dengan segala resiko, gue nyuruh adek kelas gue namanya Zazid untuk buka amplopnya. Sebelomnya gue buat perjanjian antara gue dengan Zazid.

Jika seandainya gue lulus, maka dia harus tereak “Adiiiittt luluuuss” sambil lari muterin lapangan. Tapi kalo gue gak lulus, dia harus makan kecoak hidup”. Huhuhu. Tega. 

5 detik kemudian.

Zazid tereak “diiiitt..traktir gue yaa!!”. Perasaan gue gak nyuruh dia bilang gitu. 

“anjrit lo zid, gue lulus gak??” kata gue.

“luluss diitt...traktir gue yaa!!” kata Zazid tanpa rasa berdosa.

Sungguh. Terimakasih Tuhan, Engkau telah mengabulkan doa” temen gue.

Perlu diketahui, gue dilahirkan dimuka bumi ini sebagai manusia yang diwajibkan untuk berbakti kepada orang tua dan menolong orang yang kesusahan. Dan akhirnya permintaan temen gue ini gue kabulkan dan Zazid gue traktir makan nasi goreng.

Alhamdulillah. Gue seneng bisa lulus UNAS dengan nilai rata-rata 32,5. Tapi dibalik kesenangan gue, beberapa tahun kedepan kami berpisah dan meninggalkan almamater tercinta ini. Selain itu gue juga bahagia karna bukan anak SMP lagi yang masih pake seragam biru donker. Bukan jamannya lagi cooyy!!!

Artikel Terkait

0 komentar:

Posting Komentar

Jangan lupa komen ye gan...

 
; !--Page Navigation Starts-->