TERIMAKASIH SUDAH BERKUNJUNG DI BLOG DAKU (DIARY MANTAN SANTRI BERKACAMATA YANG DIKIRA PANDAI)
Sabtu, 06 April 2013 0 komentar

Sisi Lain Santri II

Setelah gue coba mengulas kebiasaan-kebiasaan Santri sebelumnya, kali ini gue coba mengulas tentang kisah asmara seorang santri. Cieehh... *mata berkaca-kaca*

Masalah asmara, cara Santri nembak cewek atau Santriwati kebanyakan lewat surat, suatu keadaan yang layaknya kembali pada masa Adolf Hitler yang masih suka main kelereng. Dalam proses penembakan, seorang Santri pasti punya kurir tetap dalam pengiriman surat-menyurat. Tanpa kurir surat kisah asmara mereka gak akan berjalan.

Tapi kadang ada suatu yang sangat mengganjal dalam hati gue. Setelah nembak dan diterima, mereka pasti memakai warna pakaian yang sama. Kalo yang cowok pake baju warna merah, yang cewek juga pake baju warna merah. Mungkin sebelum jadian ada suatu percakapan....

Jumat, 22 Maret 2013 4 komentar

Sisi Lain Santri I

Kebanyakan yang orang tau. Santri adalah sosok pelajar yang ahli ibadah, berkelakuan baik, pinter ngaji, etc. Dan disini gue ingin berbagi atau lebih tepatnya mengulas tentang sisi lain dari kebiasaan seorang Santri.

Jreng..jreng..


Kurang lebih 10 tahun gue di Pesantren. Hidup di Pesantren merupakan pengalaman yang gak akan pernah gue lupain. Banyak sekali sensasi yang mungkin gak pernah dialami orang lain atau bahkan hanya Santri-lah yang mengalami.

Salah satunya.. Gak sedikit dari para santri yang males jama’ah sholat di masjid dan alasannya simpel, gak punya sendal.

Nah.. itulah yang membedakan antara santri dan pelajar biasa. Santri punya kebiasaan minjem sendal tanpa ijin atau istilahnya “ghosob”, setelah dipake dan ketauan baru ijin.. Misal :

Jumat, 15 Februari 2013 0 komentar

Perjalanan Balik

16 Desember 2012

perjalanan balik bersama LAJU PRIMA

Saatnya gue harus balik lagi ke kampung halaman di Salatiga.

Eniwey.. ini yang kedua kalinya gue berada di bus perjalanan Jakarta-Salatiga dan saat ini gue naik bus Laju Prima. Seperti namanya, Laju dan Prima, melaju dengan kecepatan yang prima. Atau mungkin, pada awalnya bus ini,..........

Falshback...


Suatu hari Laju ingin menyatakan cintanya kepada Prima tapi ada syarat yang harus dipenuhi oleh Laju, yaitu membuat sebuah kendaraan yang bisa dinaiki orang banyak atau Bus dalam waktu 1 minggu. Laju bimbang antara harus membuat kendaraan atau Move On mencari wanita lain yang tanpa syarat. Tapi, Laju terlanjur sangat mencintai Prima dan akhirnya Laju akan tetap berusaha memenuhi syarat dari Prima.

Dengan kerja keras dari Laju dalam waktu 3 hari bus tersebut telah selesai. Dan sesuai janji yang telah disepakati akhirnya mereka berdua jadian. Laju merasa sangat senang, akhirnya Laju mengajak Prima untuk pergi jalan-jalan mengelilingi dunia, baru sampe Amerika kecamatan Maju Jaya, Laju menghentikan busnya dan mengatakan kepada Prima.

“Pri..apabila aku tak bernapas lagi, tolong abadikan kendaraanku ini..”

Sebelum Laju mengakhiri kata-katanya, tiba-tiba Laju sudah tak bernapas alias koit. Setelah dibawa ke Puskesmas terdekat ternyata diketahui Laju mengidap penyakit panu kronis stadium akhir. Prima sangat sedih dan selanjutnya membawa Laju ke pemakaman dengan menggunakan bus yang dibuat oleh Laju. Belum sampai pada tempatnya Prima yang belum membaca do’a berkendara karna terburu-buru mengakibatkan kecelakaan yang akhirnya Prima mengalami pendarahan dan MATIH.

By The Way.. setelah insiden tersebut akhirnya pihak Puskesmas memakamkan mereka berdampingan dan menamai bus terbebut.. LAJU PRIMA.

Hush..hush..hush..


Sekian lama gue berkhayal mengakibatkan pengen pipis, untung di bus ada toilet. Yap.. kencing di toilet bus dan dalam keadaan bus sedang berjalan memang harus mempunyai keahlian dalam menyeimbangkan tubuh, kalo gak kencing lo bakal berceceran kemana-mana.
 
; !--Page Navigation Starts-->